jam

Minggu, 09 Desember 2012

RESENSI NOVEL



“Sesosok lelaki sejati”

Judul               : Bumi Cinta
Pengarang      : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit          : Ihwah Publishing House
Halaman           : 546 halaman
Terbit              : Februari 2012



            Rusia, tepatnya di kota Moskwa, dengan bantuan Devid,  teman lamanya yang juga berasal dari Indonesia, yang sudah lama menetap di Rusia, Ayyas mendapatkan tempat tinggal di salah satu apartemen. Sayangnya, meskipun memiliki kamar tidur sendiri dalam apartemen itu, Ayyas harus berbagi ruang tamu dan dapur dengan dua wanita cantik, Yelena dan Linor. Yang tak tanggung-tanggung, belakangan Ayyas tahu bahwa, Yelena adalah pelacur papan atas yang menyamar sebagai guide bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Moskwa, yang juga merupakan seorang Atheis. Sedangkan Linor adalah seorang jurnalis sekaligus seniman orkerstra yang piawai bermain biola, padahal sebenarnya agen Mosad dan pengikut Yahudi keras, yang sangat membenci agama Islam karena dianggapnya sebagai agama primitif. Belum lagi, Devid, temannya yang dianggap oleh Ayyas seorang pemuda cerdas, ternyata sudah lama hidup bebas tanpa aturan di Rusia.
            Tak pernah terduga oleh Muhammad Ayyas, seorang santri salaf yang merupakan mahasiswa Universitas Islam Madinah, akan menanggung beban berat berjuang dalam menghadapi musuh-musuh iman. Ayyas ditugaskan oleh pembimbingnya, Professor Najmuddin, untuk menemui temannya yang juga seorang Guru Besar Sejarah di universitas Negeri Moskwa di Rusia agar dapat dibimbing dalam proses penyelesaian penelitian tesisnya tentang Sejarah Islam di Rusia, khususnya pada masa pemerintahan Stalin. Sedangkan Rusia adalah negara yang paling bebas sedunia, sebagian besar penduduknya adalah penganut faham free sex radikal. Banyak pula penduduknya yang hidup bebas tak bertuhan. Rusia juga adalah negara pengakses situs porno terbesar di dunia. Ayyas harus bersabar dalam menghadapi segala macam godaan hawa nafsu yang menjadi ujian imannya selama berada di rusia.
            Tidak hanya itu ujian yang diterima Ayyas. Professor yang seharusnya membimbing Ayyas melakukan penelitian, tidak bisa memenuhi permintaan karena ada urusan di Istanbul. Sehingga mau tidak mau, Ayyas harus dibimbing oleh seorang dosen cantik bernama Anastasia Palazzo sebagai pengganti pembimbing. Tidak hanya cantik, doktor Anastasia Palazzo juga seorang yang cerdas dan anggun. Ayyas bukanlah seorang malaikat, yang tidak punya hawa nafsu. Ayyas hanyalah seorang manusia biasa yang  kapan saja bisa tergoda oleh kecantikan perempuan-perempuan rusia. Tetapi pesan salah seorang kiai di pesantrennya dulu yang mengatakan bahwa, “Eling-eling yo Ngger, endah wanojo iku sing dadi jalaran batale toponing poro santri lan  satrio agung” yang artinya, “Ingatlah nak, kecantikan wanita yang jadi sebab para santri dan santria agung batal bertapanya”, selalu diingatnya sehingga Ayyas selalu memperkuat keimanannya.
            Selama di Rusia, Ayyas banyak mengalami kejadian-kejadian yang tak pernah terpikir olehnya. Ayyas sempat terkenal di berbagai media Rusia karena menjadi pembicara di sebuah seminar besar. Dituduh sebagai dalang dari pemboman hotel yang disebabkan karena rencana busuk Linor. Dan mendapat kejadian yang tak terduga yang dilakukan doktor Anastasia terhadapnya. Memang banyak sekali ujian yang diterima oleh Ayyas. Tetapi Allahlah yang selalu menjadi penolong baginya dan memperkuat keimanan dirinya
            Novel Bumi Cinta karangan Habiburrahman El Shirazy ini adalah novel pembangun jiwa yang  bertajuk islami. Banyak nilai-nilai islam yang  terkandung didalamnya. Banyak hikmah yang dapat dipetik dari cerita-cerita pada setiap babnya. Sosok lelaki sejati, Muhammad Ayyas, mengajarkan kepada setiap orang, terkhusus kepada para pemuda untuk selalu memperkuat keimanan agar tidak mudah digoyahkan oleh hawa nafsu. Tetapi, ending pada cerita yang dibuat tragis dan tidak terduga oleh penulis, membuat pembaca seakan ingin menunggu
kelanjutan dari novel Bumi Cinta ini.