jam

Selasa, 30 Agustus 2011

don't sad, my girl


This is my first story, and I aproad to my self because at last I can make a story. Althought, not perfect, but i hope you will like it.


Cerita ini bercerita tentang seorang gadis yang sangat beruntung dalam hidupnya. Setiap orang yang melihatnya pasti akan merasa iri dan merasa tuhan itu tidak adil terhadap kita. Yaa, gadis ini memang sangat beruntung. Beruntung terlahir dengan paras yang cantik. Beruntung dilahirkan oleh orang tua yang sangat berkecukupan. Beruntung mempunyai IQ yang tinggi dan sifatnya yang baik, tak heran jika dia punya banyak teman. Seakan hidupnya penuh dengan kelebihan.
        Namanya Monica Hilina. Gadis kelas II di sebuah sekolah menengah atas yang sangat populer. Sekolah yang didalamnya hanya ada anak-anak kalangan kelas atas. Di sekolah ini,  Moni seakan menunujukkan auranya. Bayangkan saja, dia dinobatkan sebagai Juara umum di sekolah itu. Dia juga terpilih sebagai ketua Osis. Tak hanya itu, baru-baru ini dia juga terpilih menjadi Duta Lingkungan membawa nama baik sekolahnya. Dia bagaikan malaikat yang turun dari langit. Tapi tentu saja itu semua tidak diraihnya dengan mudah.
        Dia memang sangat rajin mengasah seluruh kemampuan yang dimilikinya. Terlebih lagi karena didorong oleh orang tuanya yang selalu bisa mendukungnya dari belakang. Walaupun  orang tuanya adalah seorang pengusaha  besar yang sangat sukses dalam kariernya, tetapi mereka selalu menjalin keharmonisan yang baik dalam keluarganya.  Moni dan adiknya selalu merasa senang dan tak pernah merasa kehabisan kasih sayang. Jika Moni merasa kesepian dan orang tuanya tidak ada dirumah, ada adiknya yang selalu menghiburnya dengan tingkahnya yang menggemaskan. 
        Sungguh indah memang hidup seorang gadis bernama Monica Hilina ini. Tapi itu semua tidak bertahan lama. mengapa demikian?  ceritanya kurang lebih seperti ini.
        Suatu ketika dia sedang membersihkan kelasnya karena hari itu adalah jadwal piketnya. Moni melihat secarik kertas. Hanya sebuah kertas kusut. Tapi kertas itu dapat membuatnya kagum. Dikertas itu ada sebuah lukisan tangan bergambarkan  sebuah pohon besar dan disebelah pohon itu, berdiri seorang perempuan cantik yang nampaknya sedang menunggu seseorang. Lukisan itu dilukis hanya menggunakan pensil. Hanya itu. tapi dia begitu kagum dan penasaran ingin tahu siapa yang telah membuat lukisan itu. Dibawah lukisan itu tertera nama pelukisnya. Ray Hans.
        Ray Hans, ternyata kakak kelas moni. Dia memang sangat pandai melukis. Dia juga sangat kreatif dalam mendesain sesuatu. Setelah melihat Ray Hans itu, moni langsung  jatuh hati padanya. Gayanya memang sangat cool. Dia sangat pendiam. Ketika jam istirahat tiba, ia hanya bermain dengan kertas dan pensil kesayangannya. Ditemani dengan ipod dan hadphonenya. Akhir-akhir ini moni memang sering sekali memerhatikan gerak gerik kakak kelasnya ini, karena kelas Ray memang dekat dengan kelas Moni.
        Singkat cerita, setelah berminggu-minggu mengincar seniornya itu, juga berkat teman-temannya yang usil, akhirnya moni bisa mengenal ray lebih dekat. Sama halnya dengan ray, dia senang bisa berteman dekat dengan adik kelas yang sangat populer di sekolahnya.  Walaupun awalnya moni segan dengannya, karena ray terkesan sangat cuek dan jarang bicara, tapi ray ternyata seorang cowok yang enak diajak bercanda. Itu membuat moni sangat senang berada didekat ray. hingga akhirnya mereka menjalin sebuah hubungan lebih dari sekedar teman.
        Bulan ini kelas III sudah tamat. semua anak kelas III sibuk memperisapkan diri untuk melanjutkan sekolah di perguruan tinggi. Begitu juga dengan Ray Hans. Itu membuat Moni sangat sedih. Tapi dia tidak larut dari kesedihan, dia malah selalu memberikan semangat dan doa kepada Ray agar bisa lulus dan masuk perguruan tinggi yang di inginkannya. Tetapi setelah masuk kuliah, Ray hilang dan tidak ada kabarnya sama sekali.
        Hingga akhirnya Moni tamat, lulus dengan nem tertinggi dan melanjutkan sekolahnya di sebuah perguruan tinggi ternama. Dia tidak begitu saja bisa melupakan Ray. Beruntung, salah satu temannya yang juga satu kampus dengannya memberitahukan  bahwa Ray termasuk salah satu mahasiswa di kampus itu. Betul saja, moni akhirnya bisa bertemu kembali dengan Ray. Perasaanya bercampur aduk, mau marah tapi tidak tega dengan Ray. Ray juga sudah meminta maaf kepadanya.  Mereka akhir bisa bersama kembali. Ray berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya itu lagi.
        2 tahun kemudian,
 kabar Ray tak ada lagi. Mungkin sekitar 4 bulan belakangan ini. moni bingung mau cari kemana.  Dia mencoba untuk menanyakannya ke teman-teman Ray, tapi tidak satupun yang tahu kabarnya. Dia juga sudah mencarinya ke kos-kosan Ray. Tapi kata ibu kosnya, dia sudah lama tidak pulang ke kosannya. Dia juga tidak tau dimana rumah kerabat Ray. Ray pernah bilang, dia sekarang hanya punya ibu karena ayah nya sudah lama meninggal. Tapi karena ibunya sudah menikah lagi dengan seorang pejabat, ibunya sangat sibuk mengurusi kehidupannya sendiri. Ray pun memutuskan untuk tinggal sendiri. Walaupun begitu, ibunya tak pernah lupa untuk membiaya semua keperluan ray. Sesekali iya juga mengajak ray untuk berlibur bersama keluarga baru ibunya itu. Hal itu yang membuat ray tidak terlalu memasalahkan kesibukan ibunya.
        Suatu hari ada seorang perempuan menelpon moni, suaranya menandakan bahwa ia tidak lagi muda. Lebih tepatnya seorang ibu-ibu. Dia mengatakan bahwa Ray telah tiada. Betapa kagetnya moni, dan seakan tak percaya. Ya, dia tak percaya. Ray tidak pernah cerita jika dia punya penyakit. Dia juga tidak pernah keliatan pucat atau lesuh seperti orang yang sakit. Betapa sakit hati moni seperti telah hancur berkeping-keping dan tidak tahu harus berbuat apa.
        Ray memang tidak pernah punya penyakit yang sangat parah hingga bisa mencabut nyawanya. Tapi ada hal yang tidak moni ketahui, bahwa kurang lebih 3 tahun yang lalu, Ray pernah mengalami kecelakaan saat mengendarai motornya tengah malam dan pada saat itu dia sedang mengantuk. Ray tidak tega harus memberi tahu kepada moni tentang kejadiaan itu karena dia tahu saat itu moni sedang sibuk-sibuknya mengerjakan tugas-tugas dan menjalani serangkaian ujiannya. Pada kecelakaan itu juga dokter yang menangani ray hanya bilang bahwa tidak terjadi luka dalam yang berbahaya, hanya luka luar yang biasa saja. Tetapi setelah beberapa tahun kemudian, ray mulai merasa ada perubahan, dia selalu merasa pusing dan tidak enak badan. Setelah bertambah parah, dan dideteksi, ray ternyata mengalami penyakit yang cukup parah dan kata dokter itu ada hubungannya dengan kecelakaan yang pernah terjadi.
Setelah melihat pusara Ray, didampingi dengan ibu ray. Moni seakan kehilangan kesadaran. Pikirannya melayang entah kemana. Ibu ray memeluknya dengan penuh kehangatan. Dan mengatakan bahwa ia minta maaf. jangan sedih. Ray memintanya agar tidak usah memberi tahu moni tentang keadaannya karena tidak ingin moni merasa sedih. Tapi karena merasa kasian terhadap moni, satu hari setelah kepergian Ray, ibunya pun menghubungi moni. Moni tak menyangka hal ini akan terjadi padanya. Baru kali ini dia merasakan kesedihan yang begitu perih. Hatinya  bergejolak. Batinnya tertekan. Cukup keras.
       
       

Tidak ada komentar:

Posting Komentar